Startup Lokal Sukses Ubah Sendat Pisang Jadi Karpet, Jadi Dikirim ke AS

VIVA   –  Masyarakat Uganda biasanya makan banyak pisang. Kini, perusahaan rintisan ataupun startup lokal bernama TexFad berinovasi membuat bagian tanaman yang biasa dibuang agar lebih bernilai.

Menurut Pendiri dan Direktur Pelaksana TexFad, Kimani Muturi, memanfaatkan serat pisang mengambil untuk menghasilkan barang-barang santun lingkungan seperti karpet dan hair extension yang bisa terurai secara alami.

Baca: Bukalapak Diguyur Rp3, 4 Triliun, Ada Peran Konglomerat Indonesia

Ketika petani menjemput pisang dari pohonnya, mereka biasanya meninggalkan batang yang besar dan bulat yang akan membusuk dan dibuang. TexFad mengekstraksi serat daripada bagian batang yang biasanya dibakar atau dibuang sebab petani.

About the author