Mungkinkah Manusia Benar-benar Menginjakkan Kaki di Planet Mars?

Mungkinkah Manusia Benar-benar Menginjakkan Kaki di Planet Mars?

VIVA   –  Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) telah mempunyai tujuan jangka panjang untuk Satelit Mars. Mereka ingin mencapai & menaklukkan planet merah itu walaupun butuh waktu beberapa dekade teristimewa untuk mewujudkannya.

Jadi bentuk keseriusan, NASA telah merilis sebuah konsep untuk membangkitkan minat terhadap planet tetangga Bumi itu. Dikutip dari situs Express , Selasa, 23 Juni 2020, mereka memiliki gambar seorang astronot yang berdiri di kaki gunung besar Planet Mars dengan pangkalan yang ada di kejauhan.

Mereka menyebut konsep ini menunjukkan astronot yang ‘menaklukkan’ Mars seperti yang terlihat dari jendela pesawat ruang angkasa. “Kami membatalkan astronot ke Bulan dan menilai teknologi yang akan berguna buat mengirim astronot ke sana (Mars), ” demikian keterangan resmi NASA.

Pra membawa manusia ke Mars, mereka memiliki Misi Artemis, yang mau mengembalikan manusia ke Bulan di 2024 sejak terakhir dilakukan di 1972. Astronot yang mencapai planet alami bumi akan membuat lab. dan hunian sebagai batu loncatan menuju Mars.

Pangkalan akan digunakan sebagai titik penjagaan antara Bumi dan Mars, juga memungkinkan para astronot mempelajari bulan dengan lebih detail. NASA ingin fasilitas di bulan dibangun dengan cara yang terbaik dan dengan paling cerdas.

Tatkala itu sistem komunikasi untuk pada Mars telah dimulai. Mereka pusat membangun sebuah sistem konstruksi secara lebar 34 meter di Goldstone, California, yang akan menjadi sebuah susunan teleskop.

Mereka akan mengandalkan gelombang radio untuk berkomunikasi. Gelombang mampu memakan waktu 13 menit buat menempuh perjalanan 271 juta mil, tergantung di mana orbit Mars dan Bumi pada saat itu.

Tiga belas menit menjadi waktu yang cukup periode, terlebih jika astronot tengah mengalami keadaan darurat. Sedangkan jika ilmuwan menggunakan laser, waktu tempuh hubungan akan lebih cepat dan menguatkan data yang jauh lebih besar untuk ditransfer.

Proyek ini merupakan bagian dari Deep Space Network (DSN) NASA, dengan digambarkan sebagai satelit untuk misi Mars di masa depan. DSS-23 akan berfungsi sebagai antena radio, juga dilengkapi cermin dan penyambut laser yang dipancarkan dari pesawat ruang angkasa.

“Teknologi ini sangat penting untuk transmisi astronot ke tempat yang jauh, seperti ke Planet Mars. Dalam sana mereka perlu melakukan hubungan dengan Bumi dan sistem dan peralatan di pangkalan Mars bakal memantau datanya, ” ujar NASA.

About the author