Kedudukan Internet of Things di Masa Industri 4. 0

VIVA   – Nusantara saat ini mulai memasuki era Industri 4. 0, yang ialah kolaborasi teknologi siber dan  otomatisasi. Untuk mensukseskannya, tentu butuh penyerobotan teknologi dan juga beradaptasi pada penggunaannya.

Dalam revolusi Industri 4. 0, kemajuan paling pertama yang dapat dirasakan ialah internet of things atau   IoT. Nantinya, sistem tersebut dapat menghubungkan data diri & meningkatkan kemampuan koneksi tiap  pribadi.

IoT memiliki kedudukan penting dalam Industri 4. 0, karena dapat menghubungkan semua kejadian ke jaringan internet. Hasilnya mau dianalisa oleh pengguna, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Untuk  meningkatkan kemampuan siswa dan siswi SMA di Indonesia dalam menghadapi revolusi Industri tersebut serta mempertajam kemampuan mereka  dalam bidang Social Media Marketing,   i3l School of Business  serta Kalbis Institute  menggelar lomba berbasis  software Mimic Social  yang dikembangkan oleh Stukent  Inc.

“Peserta melakukan simulasi social media sebuah perusahaan.   Mereka harus menentukan berbagai macam keputusan dalam Social Media Marketing,   dan belajar untuk menganalisa metriks dari tiap ronde yang  dijalankan, ” ujar  Digital Marketing Lecturer  iSB,   Elita Chandra  melalui keterangan resmi, Jumat 4 Desember 2020.

Mutlak peserta yang mendaftar pada pertandingan ini berjumlah 32 tim, dengan kategori SMA dan SMK. Pengamalan Social Media Tournament sendiri dibagi menjadi tiga tahap, yakni depan, seleksi semifinal dan final.

Salah mulia Pemenang, Michael Vincetius dari SMA Xaverius 1 Palembang menyatakan kalau melalui ajang ini ia membiasakan banyak soal  pengetahuan target pasar, jenis iklan yang dapat diimplementasikan dan  waktu yang tepat untuk mengiklankan suatu produk.

Lomba ini diharapkan mampu menjelma pionir bagi dunia pendidikan, untuk bisa bersinergi dengan beberapa penggunaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta kecakapan dari para-para siswa siswi SMA maupun mahasiswa, sehingga mereka memiliki kemampuan yang cukup.

About the author