GANDAR Terang-terangan Ancam Brasil

GANDAR Terang-terangan Ancam Brasil

JAKARTA – Utusan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Brasil, Todd Chapman, menilai Brasil akan mendapat konsekuensi serius kalau komponen Huawei benar-benar masuk ke jaringan 5G mereka. Ia pun merujuk pada masalah gagalnya China dalam melindungi hak kekayaan mental atau HAKI.

Bertambah lanjut, pemerintah AS akhirnya membatasi peran Huawei dalam peluncuran teknologi 5G di Amerika Latin, sebab mereka menuduhnya sebagai mata-mata negeri China.

Namun, Huawei membantah tudingan itu berkali-kali. “Brasil tak akan mendapat balasan karena memilih Huawei. Tapi mereka positif menghadapi konsekuensi serius, ” introduksi dia, seperti dikutip dari situs  Buenos Aires Times , Jumat, 31 Juli 2020.

Chapman menambahkan, Lembaga Pengembangan Keuangan Internasional GANDAR telah menyiapkan US$60 miliar ataupun Rp863 triliun untuk mendukung negara sekutu yang memilih vendor infrastruktur telekomunikasi yang terpercaya.

“Setiap keputusan dari suatu negara memiliki konsekuensi. Yang kami lihat, konsekuensi yang kami lihat masa ini ialah perusahaan yang berperan dalam kekayaan intelektual takut berinvestasi di negara-negara yang tak menangani kekayaan intelektual, ” tegas Chapman.

Sebelumnya, Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada bulan berarakan pernah berujar jika penyebaran jaringan 5G mesti memenuhi persyaratan kedaulatan nasional serta informasi dan ketenteraman data. Sikapnya terhadap China tidak begitu abrasif.

Menentang Juga

Sementara itu, seorang eksekutif Huawei menyebut Brasil berpotensi mengalami janji peluncuran jaringan 5G dan mengeluarkan biaya lebih tinggi jika mengikuti seruan AS untuk memblokir teknologinya.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus berupaya menjegal  Huawei, terutama dalam menggelar  jaringan 5G  lantaran ditakutkan jadi mata-mata China. Tapi agaknya, mereka tetap susah lolos dari jerat perusahaan telekomunikasi tersebut. Kenapa?

Huawei rupanya merupakan pemilik paten 5G terbesar, sehingga mereka akan langgeng mendapatkan bayaran dari pihak dengan memanfaatkannya. Studi menunjukkan ada 6 perusahaan yang memiliki lebih lantaran 80 persen inovasi 5G, yaitu Huawei, Samsung, LG, Nokia, Ericsson dan Qualcomm.

Washington telah melarang penggunaan teknologi 5G Huawei dan menganjurkan negara sekutu melakukan hal yang sama. Mereka juga memasukkan Huawei dalam daftar hitam sehingga tidak bisa memakai teknologi buatan AS.

About the author