Bukalapak Lagi Bikin UMKM Semringah

Bukalapak Lagi Bikin UMKM Semringah

JAKARTA –   Salah satu startup unicorn Indonesia, Bukalapak, meluncurkan fitur Bayar Tempo sebagai solusi pembiayaan. Fitur ini merupakan fasilitas limit pengaruh yang dapat digunakan sebagai pilihan metode pembayaran bagi Mitra Bukalapak untuk mengisi ketersediaan produk grosir dan juga untuk melakukan transaksi pembelian produk virtual di pelaksanaan Mitra Bukalapak.

Bekerja sama bersama platform peer to peer (P2P) lending Indodana yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada tahapan awal Bayar Waktu menyasar hingga ratusan ribu warung Mitra Bukalapak yang aktif berbelanja dan berada dalam cakupan daerah kerja rekanan penyedia fasilitas pembiayaan.

“Fitur Bayar Tempo ini kami hadirkan sebagai lengah satu solusi untuk membantu warung Mitra Bukalapak tetap bisa berjualan dan memiliki kemudahan transaksi meskipun belum sempat melakukan top up di aplikasi Mitra Bukalapak, ” perkataan AVP of Investment & Financing Solutions Bukalapak Dhinda Arisyiya, Jumat, 24 Juli 2020.

Shopee Paling Galib di Indonesia, Tokopedia-Bukalapak Lewat

Fitur Bayar Tempo memungkinkan pemilik warung Mitra Bukalapak menerima sejumlah limit pinjaman yang dapat digunakan berulang kali tanpa batas dan dapat dibayarkan kapan pun sebelum tanggal jatuh waktu.

Lihat Juga

Jika warung Mitra membayar tagihan sebelum agenda jatuh tempo, limit miliknya bakal kembali seperti semula dan mampu dipakai untuk belanja lagi.

Bukalapak selalu tidak menerapkan sistem bunga melainkan hanya satu kali biaya servis di awal bulan yang hendak dikenakan apabila Mitra Bukalapak menggunakan limit-nya.

Indodana selalu berusaha mengembangkan offering produk pinjaman produktif di sektor UMKM. Hingga saat ini, pembiayaan produktif di Indodana sudah mencapai 30 persen dibanding portofolio pembiayaan. Menurut data Awak Pusat Statistik (BPS), UMKM menolong lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

“Tapi di sisi lain ana melihat justru di sinilah kebutuhan pembiayaan terbesar yang masih belum dipenuhi oleh perbankan konvensional. Tepatnya masih ada kekurangan pembiayaan Rp1. 000 triliun per tahun buat UMKM. Oleh karena itu peluncuran produk seperti ini sangatlah penting, ” kata Head of Business Development Indodana, Timothy Prawiromaruto.

Lihat artikel asli

About the author