Ada USB Berbanderol Rp6, 1 juta Bisa Bikin Sehat Pemakainya, Pikiran?

Ada USB Berbanderol Rp6, 1 juta Bisa Bikin Sehat Pemakainya, Pikiran?

VIVA   – Kehadiran jaringan 5G nampaknya sulit terpisah dengan teori konspirasi, baik yang terkait dengan dibanding Rusia, maupun menjadi penyebab adanya penyebaran virus Corona. Tak cuma itu, kini hadir pula USB anti-5G untuk bisa melindungi kesehatan pemakainya.

Perusahaan dengan menjualnya menggambarkan produk sebagai gadget yang melindungi rumah dan rumpun. Alat yang disebut 5GBioShield tersebut berbanderol US$420 atau Rp6, satu jutaan.

“Memberikan pelestarian pada rumah dan keluarga Kamu, berikat katalisator holografik nano-layer dengan bisa dipakai, yang dapat dipergunakan atau ditempatkan dengan smartphone ataupun barang elektronik lain, radiasi ataupun perangkat pemancar EMF (bidang elektromagnetik), ” kata perusahaan pembuat 5GBioShield, dikutip laman BGR , Sabtu 30 Mei 2020.

Kongsi menyebut, produk akan menyeimbangkan dan menyelaraskan kembali frekuensi yang mengusik ditimbulkan dari kabut listrik, semacam laptop, ponsel, Wifi, tablet, & lainnya.

Baca serupa: Selain Video Call, Pemakaian Tiktok dan IG Naik Saat Lebaran

Lantaran bentuknya mendekati USB, 5GBioShield tentunya bisa juga dipakai sebagai perangkat penyimpanan bukti dengan jumlah memori tertentu. Tapi tak mengejutkan jika perangkat ini memang hanya sekedar USB pokok, bukan seperti yang digemborkan sebab pembuatnya.

Perusahaan penguji keamanan siber & penetrasi, Pen Test Partners mengaduk-aduk perangkat tersebut. Hasilnya 5GBioShield hanyalah sebuah penipuan.

Saat mencobanya di mesin penguji kongsi, tidak temukan gelembung teknologi motivasi holografik kuantum. Pihak perusahaan mengutarakan 5GBioShield hanyalah USB bermuatan 128MB biasa.

“5GBioShield cuma USB 5 poundsterling (Rp90 ribuan) dengan stiker diatasnya. Apakah stiker itu menyediakan teknologi katalis holografik kuantum 300 poundsterling (Rp5, 4 jutaan), kami akan membiarkan Kamu memutuskannya, ” kata pihak Pena Test Partners, dikutip Ars Technica.

About the author